|
Written by Administrator
|
|
Friday, 24 October 2008 |
|

Untuk mengatasi ejakulasi dini, akan hadir obat semprot yang bisa memperpanjang waktu hingga enam kali.
Royal Victoria Hospital, Belfast, Irlandia Utara, belum lama ini mengembangkan spray yang mengandung anastesi lokal yang dapat membuat kaku. Obat semprot ini, seperti disebutkan dalam situs BBC, dapat memperpanjang waktu berhubungan seks pada pria yang mengalami ejakulasi dini hingga enam kali lebih lama!
Spray yang digunakan lima menit sebelum berhubungan seks ini dapat memperpanjang waktu koitus mulai dari setengah menit hingga hampir empat menit. Rencananya, spray tersebut seperti dirilis dalam jurnal Urology International , baru akan tersedia beberapa tahun lagi.
Dalam studi ini, para peneliti menguji 300 orang pria yang sering mengalami kesulitan mempertahankan hubungan seks lebih dari satu menit. Kebanyakan dari mereka telah mencoba berbagai pengobatan. Yang paling sering adalah mengonsumsi obat antidepresan.
Sepanjang 3 bulan periode penelitian, setiap pasangan diminta mengukur waktu ejakulasinya menggunakan stopwatch saat mereka berhubungan seks. Lima menit sebelumnya para pria diminta menyemprotkan spray tersebut. Pria yang menggunakan spray tadi rata-rata dapat bertahan 6,3 kali lebih lama. Spray yang disebut PSD502 itu membantu 90 persen pria menikmati hubungan seksnya hingga empat menit, yang sebelumnya hanya bertahan selama beberapa detik.
Pimpinan penelitian, Prof. Wallace Dinsmore menyatakan, “Ejakulasi dini bisa menjadi kondisi yang membuat stres bagi pria dan menimbulkan distres , rasa frustrasi, dan membuat pria menghindari keintiman seksual. Studi kami menunjukkan bahwa obat semprot yang digunakan pada penis lima menit sebelum berhubungan seksual bisa memperbaiki performa seksual dan kepuasan seksual yang menjadi faktor kunci dalam mengatasi ejakulasi dini.”
Paula Hall, konselor untuk Relate menyebutkan, “Ini terutama sekali membantu pria yang memiliki masalah dengan ejakuilasi dini terkait kecemasan. Hal ini bisa membantu membangun rasa percaya diri mereka, meski akar penyebab dari kecemasan tetap perlu dicari.”
|
|
Last Updated ( Thursday, 18 June 2009 )
|