|
Unik dan menarik, bisa jadi itulah pesona Nepenthes atau tumbuhan berkantong. Tak heran, banyak orang tergila-gila padanya.
Boleh dibilang, di jajaran tanaman hias, kantong semar merupakan salah satu dari sedikit yang tetap bertahan alias tak kenal krisis. Buktinya, penggemarnya semakin banyak dan daya jualnya juga bisa bertahan di tengah gempuran beragam fenomena tanaman hias yang hilang tumbuh silih berganti. Perkembangannya tak hanya sebatas pada jumlah penggemar atau mereka yang coba-coba menikmati keunikannya, tetapi juga jumlah kolektor maupun penangkar yang semakin banyak. Maklum, nilai ekonomisnya cukup menggiurkan.
Salah satu komunitas yang mencoba terus menjaga keberadaan kantong semar ini adalah Komunitas Tanaman Karnivora Indonesia atau KTKI. Seperti diungkapkan M. Apriza Suska, salah satu penggiatnya, KTKI merupakan sebuah organisasi di Indonesia yang beranggotakan pencinta tanaman karnivora, baik sebagai penghobi, petani, peneliti, pengajar, pelajar, pebisnis, pemerhati, pers, maupun anggota masyarakat lainnya, yang berdomisili di Indonesia maupun di negara lain. Komunitas ini bertujuan jadi tempat berkumpulnya berbagi informasi, pengetahuan, ide, dan pengalaman para anggotanya.
HANYA YANG BERMINAT Sebagai salah satu komunitas yang telah lama berdiri, tentu saja KTKI boleh dibilang sudah cukup profesional. Kegiatannya selalu terjadwal dengan rapi dan terkomunikasikan secara baik melalui blog yang dibangun khusus untuk menjadi media komunikasi antaranggota. Dalam blog tersebut juga dijelaskan secara lengkap bagaimana menjadi anggota dan apa saja yang dapat dilakukan bersama dalam KTKI.
Hebatnya lagi, blog beralamat di http://tanamanbuas.proboards84.com tanamanbuas.proboards84.com</a> ini dikelola dengan baik.Setidaknya hal itu terlihat dari informasi yang selalu diperbarui setiap hari, sehingga blog ini berjalan dan difungsikan secara maksimal sebagai media komunikasi oleh para anggotanya.
Lebih dari itu, meski terbuka bagi siapa pun, untuk bergabung dalam blog ini relatif tidak mudah karena harus melalui proses “administratif” atau semacam proses screening dari pengelola blog. “Untuk menghindari spam atau sampah. Selain itu, juga untuk kepentingan bersama, agar mereka yang bergabung memang benar-benar serius untuk bergabung,” sebut Suska.
Dalam komunitas ini juga digelar acara rutin hampir setiap sebulan sekali. Dari mulai kopi darat antaranggota, kumpul bareng di kebun koleksi sesama anggota, kursus membuat pupuk, hingga silaturahmi maupun sekadar tukar pengalaman dan tukar informasi di antara mereka.
Jika merujuk kepada data blog, jumlah anggota komunitas ini mencapai ribuan di seluruh dunia. “Karena siapa pun prinsipnya bisa mengakses blog ini, asalkan orang Indonesia dan berminat terhadap tanaman karnivora, khususnya kantong semar. Sejauh ini yang aktif sekitar 30-an orang,” ungkap Katharina Sugiarti, salah satu anggota komunitas ini.
Soal motivasi, anggota KTKI sangat beragam, dari sekadar hobi atau mencari teman sesama penggemar kantong semar hingga penangkar dan peneliti yang secara serius mencoba melestarikan ragam tanaman unik dan menarik ini.
MENGADAPTASI PENANGKAP SERANGGA Seperti diungkapkan Suska, sejak beberapa tahun terakhir pihaknya telah mengadaptasi puluhan jenis kantong semar yang diambil dari alam. Kini semuanya dapat hidup dan berkembang dengan baik di Jakarta dan Bogor.
Puluhan jenis Nepenthes di antaranya jenis alata, ampullaria, adrianii, northtiana, raflesiana, truncata, dan lain-lain didapat dari pembibitan di habitat asli, misalnya di Lembah Napu, Kalimantan, pedalaman Sumatera, dan sejumlah tempat di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurut dia, untuk mendapatkan Nepenthes di alamnya sangat sulit karena tanaman itu hanya tumbuh di bibir tebing yang tak mudah dijangkau manusia.
Nepenthes merupakan tanaman pemakan serangga yang memiliki kantong bernektar (berisi cairan) yang mengeluarkan bau untuk menarik perhatian serangga. Bau yang dihasilkan nektar tersebut akan membuat serangga mendekat ke lubang kantong, yang merupakan jebakan karena licin dan dapat membuat serangga tergelincir masuk ke dalam kantong. Selanjutnya Nepenthes akan mengekstrak protein dari tubuh serangga yang terjebak itu.
Sebagai bagian dari usaha pelestarian tumbuhan karnivora tersebut, komunitas ini bulan Februari mendatang juga berencana mengirim tim sebanyak tujuh orang untuk melakukan ekspedisi ke Pulau Sumatera. Kegiatan berupa ekspedisi ini rutin dilakukan setiap tahun sebagai usaha untuk melestarikan kantong semar, sekaligus memberikan kesempatan bagi anggota untuk terjun ke lapangan secara langsung.
Bila Anda tertarik untuk bergabung dalam komunitas ini, tak harus ikut ekspedisi. Anda bisa sekadar bertukar pengalaman dan ikut kumpul-kumpul sesama penggemar. Lalang Ken Handita
|